Monday, March 09, 2009

Menjadi Orang Indonesia yang Seperti Apakah kita?

puisi Taufik Ismail "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia" versi Yuniati

malu aku jadi orang Indonesia jika tak cinta Indonesia
malu aku jadi orang Indonesia jika lebih mengagungkan negri lain
malu aku jadi orang Indonesia jika tak peduli dengan kondisi bangsa
malu aku jadi orang Indonesia jika tak mengenal budaya Indonesia
malu aku jadi orang Indonesia jika lebih familiar dengan Spiderman, Batman, dan Hellboy ketimbang Gatotkaca dan Pandawa Lima
malu aku jadi orang Indonesia jika lebih suka makan McD dan French Fries ketimbang Gethuk dan Rendang
malu aku jadi orang Indonesia jika aku malu mengenakan batik dan kebaya
malu aku jadi orang Indonesia jika .....

ah, selamanya aku akan terus malu jika tidak berubah mulai sekarang!

>>>>
tak enak rasanya jika tak mencantumkan puisi aslinya. maaf, tak bermaksud membajak.


MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA


I


Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia
Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia
Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya
Dadaku busung jadi anak Indonesia
Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk kini



II


Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.



III


Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,
Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang curang susah dicari tandingan,
Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,
Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,
senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan
peuyeum dipotong birokrasi
lebih separuh masuk kantung jas safari,
Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,
anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,
menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
agar orangtua mereka bersenang hati,
Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum
sangat-sangat-sangat-sanga
t-sangat jelas
penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,
Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan
sandiwara yang opininya bersilang tak habis
dan tak utus dilarang-larang,
Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata
supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,
ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,
sekarang saja sementara mereka kalah,
kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka
oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,
Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia
dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,
kabarnya dengan sepotong SK
suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,
Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,
lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,
Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,
fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,
Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat
jadi pertunjukan teror penonton antarkota
cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita
tak pernah bersedia menerima skor pertandingan
yang disetujui bersama,


Di negeriku rupanya sudah diputuskan
kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,
lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil
karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,
sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,
Di negeriku ada pembunuhan, penculikan
dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,
Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,
Nipah, Santa Cruz dan Irian,
ada pula pembantahan terang-terangan
yang merupakan dusta terang-terangan
di bawah cahaya surya terang-terangan,
dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai
saksi terang-terangan,
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,
tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang
menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.



IV


Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.



1998

Monday, February 16, 2009

Cartoonize Your Photo (Bikin Foto Kartun Yuk!)

Pas lagi browsing nyari gambar2 graffity yg keren buat dipajang di banckground FS, gak sengaja aq nemu foto cewek versi kartun.
Nih fotonya;



masih ada foto2 yg lain sih, tapi disini aq kasih contoh satu aja yah
Aq pikir kok lucu yah foto bisa dibikin jadi kartun gitu. Setelah baca2 akhirnya aq tau itu namanya vektor. Jadi pengen bikin juga deh. Disitu ada tutorialny pake photoshop. Berhubung udah kadung kepincut, aq langsung berexperimen dan seketika melupakan FS. (gimana sih, padahal tadi niat awalnya kan mau hunting background :p).

Setelah berpuluh-puluh menit berkutat dengan photoshop, aq jadi bingung sendiri. Ternyata memang tak semudah dugaanku. Susah banget man! Apalagi buat newbie yg baru blajar photoshop kayak aq ini. Aq pun nyerah, dan fotoku pun jadi berantakan gak karu2an. Beberapa hari kemudian ada yang bilang ada plug-in khusus buat bikin gambar jadi kartun. So, gak usah pusing ngartur warna RGB, Layer dsb. Cukup tekan plug-in cartoonizer dan jadilah foto yg diinginkan. Semudah itu? Ternyata tidak teman2. Googling freeware ubtuk plug-in yg dimaksud itu bener2 takes time.

Tapi............ wait, aq dapet informasi lagi yang bener2 membantu. Ternyata ada website yg bisa membantu kita bikin foto kartun atau vektor dengan mudah, tanpa photoshop, tanpa registrasi, dan tanpa bayar. Namanya BeFunky.com. Cuma butuh waktu kurang dari lima menit, aq udah bisa bikin foto kayak gini;



ini versi kartun



kalo yang ini versi pencil

Buka websitenya, klik di button GET STARTED. Disitu ada banyak pilihan selain foto kartun ada juga stenciller, warholizing, sunburst dll. Tinggal pilih mode, upload foto dan.......... jadi deh. Kalo mau, bisa juga ditambah frame, asesoris, text, bubble text dll (cari aja di bagian bawah). Setelah foto jadi, bisa diaplikasikan untuk kaos, pin atau mug. Gampang kan?? Situs ini cocok banget buat kalian yang pengen ngedit foto tapi gak mau ribet. Disini Kalian juga bisa bikin avatar, tapi untuk yg satu ini harus register dulu fren... (tenang aja, semuanya gratis kok). Buruan coba dan bikin foto kartunmu! Lumayan buat dipajang di Friendster dan Facebok biar tambah keren.

Thursday, February 12, 2009

Caleg Mendadak Seleb atau Seleb Mendadak Caleg?


Beberapa bulan trakhir ini perjalananku pulang-pergi ke kantor sepanjang 15KM jadi beda. Jalanan berwarna-warni penuh dgn poster dan baliho memusingkan dan menyakitkan mata dengan warna mencolok dan ukuran variatif mulai dr uk.A4 mpe yg super duper extra besar. Mostly, berisi foto orang2 gak jelas yg mencoba mempopulerkan diri dgn mengotori jalanan kota.

Hey, what such advertisement is that?

Mungkin kalian smua uda paham itu merupakan bentuk kampanya para caleg yg mencoba peruntungan untuk bs duduk di kursi panas anggota dewan, dr tingkat kota-RI. Latar belakang pendidikan dan pekerjaan para caleg itu pun variatif. Ada yg memang politikus beneran, pengusaha, karyawan, PNS yg berubah haluan, aktivis, pengangguran yg mengadu nasib sampai selebriti terkenal pun tak ketinggalan ikut meramaikan percaturan politik sebagai calon legislator. Sekarang coba bayangin, kalo semua caleg dari 38 partai peserta pemilu 2009 yg berjumlah 11.868 orang membuat reklame serupa? APA KATA DUNIA???




tuh kan, jalan jadi semrawut.... cape deh....

Di saat pemerintah kota berupaya menegakkan regulasi yg mengatur reklame di tempat umum demi terciptanya kota yg bersih dan rapi, mereka, para caleg yg belum tentu pinter itu berebutan space untuk memajang foto terbaik mereka (yg menurutku tidak photogenic sama skali). Dan coba perhatikan, kebanyakan mereka hanya memajang nama & foto gede2 tanpa menambahkan apa yg menjadi visi dan misi mereka sebagai wakil rakyat kelak. Lha, emangnya rakyat disuruh milih hanya berdasarkan kegantengan, kecantikan dan ketenaran thok? Yang bener aja....

Sebenarnya mereka sadar nggak si kalo perbuatannya itu merugikan. Jalan jd sempit & penuh sesak, belum lagi kalo pas musim hujan gini bisa saja baliho2 raksasa itu jatuh tertiup angin kencang & menimpa para pengendara motor kayak aku. Tuh kan? Belum jadi anggota dewan aja uda nyusahin, gimana nanti?

Lagian, menurut survey, masyarakat toh gak terlalu peduli dgn reklame2 itu. Mereka uda terlalu pusing mikirin hari ini mau ngantri minyak tanah & LPG dimana. So, gak ada waktu lah bwt mikirin caleg2 yg jd seleb dadakan di jalan itu.

Jadi, menurutku sebaiknya mereka, para caleg itu, ngumpulin duitnya bwt bantu korban bencana ato program sembako murah daripada habis bwt reklame2 gak jelas.

Wait, masih ada pihak2 yg diuntungkan disini. Siapa? Tentu saja perusahaan advertising, offset, tukang sablon dsb.

Anyway, subway n busway....

Aku tetep optimis kok (biarpun sedikit apatis sebenernya) kalo mereka (caleg) memiliki tujuan mulia dibalik pencalonannya, demi masa depan bangsa yg lebih baik tentunya. Semoga mereka yg bener2 tulus lolos dlm pertarungan April mendatang & bwt mereka yg hanya memanfaatkan moment untuk mendapat dana kampanye dr KPU semoga lolos juga menjadi orang yg bertobat.


PS: Skali lagi ini hanya aspirasi seorang warga yg gk begitu paham dunia politik tp sok pintar. So, bagi yg merasa tersinggung dgn tulisan ini harap jgn tersinggung apalagi dendam.





Salam hangat (sehangat kopi yg sedang saya minum skarang)

Tuesday, February 10, 2009

DIA Senang Mendengar Aku Berdoa

Seberapa sering kita memanjatkan do'a padaNYA? Setiap saat? Dalam setaip detak jantung dan helaan nafas kita? Dalam sujud2 di malam yang panjang? Ketika beribadah menghadapNYA? Ketika sulit menentukan pilihan? Atau jangan2 kita berdo'a hanya ketika tertimpa musibah, sakit, mengalami PHK, putus cinta, terjerat hutang, diselingkuhi pasangan, menghadapi tes CPNS/SPMB dan melemar pekerjaan saja? Atau lebih parah lagi, sama sekali tidak pernah berdo'a?

Seingatku, aku berdo'a cukup sering walaupun tak setiap waktu. Lebih2 ketika meghadapi masalah atau punya hajat tertentu. Sejak kecil ibuku mengajarkan aku untuk selalu berdoa memohon ampun, diberi panjang umur, rizki yang lebar, dimudahkan urusannya, dan mati khusnul khatima. Aku selalu mengingat pesan ibu tersebut sampai aku dewasa namun seringkali pesan itu hanya kuingat tanpa kukerjakan.

Bahkan, ada saat tertentu aku merasa capek terus-terusan berdoa tanpa tahu kapan doaku akan dikabulkan. Sedangkan banyak diantara mereka yang tak pernah berdo'a selalu mendapatkan apa yang diinginkan. Aku protes padaNYA dengan megabaikan perintah dan mencicipi larangannya. Ya, aku tahu itu dosa tapi aku menikmatinya kala itu. Kupikir, untuk apa aku berdoa jika hampir semua doa yang kupanjatkan bersama derai air mata tak kunjung menjadi nyata. Aku mencoba introspeksi, apakah do'aku terlalu tinggi dan tidak masuk akal? Kurasa tidak, do'aku standard saja dan hey, bukankah Engkau maha segalanya? Apa yang tidak mungkin jika dalam kitab suci tertulis kun fa yakun, terjadilah, maka terjadilah.

Begitulah aku melupakan do'aku sampai Engkau mengingatkanku melalui seorang kawan yang meminjamkan bukunya padaku. Dalam buku itu ada salah satu hadist (aku lupa bunyinya) yang kurang-lebih artinya Allah senang mendengar hambanya yang shalih/shaliha berdo'a dan Ia malu jika tidak mengabulkan do'a hambanya itu.

Sekarang aku tahu, Engkau masih menyayangiku, Engkau senang mendengar do'aku. Karena itu tak segera Kau kabulkan supaya aku terus berdo'a padaMu. Astaghfirullah......

ps: buku yang dimaksud adalah "Catatan Hati di Setiap sujudku" ditulis oleh Asma Nadia

Putri Iklan Mencari Kerja

Coba diinget, berapa kali kamu liat iklan lowongan n menemukan syarat berpenampilan menarik ato good looking. Hmm.. sampe detik ini pun aq masih belom paham definisi menarik/good looking tu sebenernya kayak apa?

Apakah cowok kutilang (kurus tinggi langsing) dan berambut extra kriting ala NIDJI, ato cewek berbadan subur dan berkulit sawo matang itu bs dikatakan menarik??? Ato... jgn2 yg good looking itu hanya mereka cowok2 seperti dlm iklannya "L-Men" yg tinggi dan berbadan atletis ato cewek2 dlm lagunya ST12 yg berjudul PUTRI IKLAN yg putih mulus dan seksi??? Kalo mang yg dicari yg seperti itu kenapa tdk ditulis skalian "Harus cantik, putih, tinggi, langsing de el el"

Well, kata "menarik" memang sangat ambigu, tricky, dan bs dibilang menyesatkan. Kalo menurutq sih aku ini menarik walaupun aq gak sbrapa tinggi, gak putih & gk seksi. So what???

Tiap individu punya keunikan sendiri2 yg bs membuat mereka tampil menarik. Yg qt butuhkan hanyalah, rasa pede dan berani menonjolkan sisi menarik qta. Contoh, aq punya temen yg bs dibilang pendek tp IQnya sama skali gk jongkok, ada jg temenku yg gk langsing tp suaranya gk kalah ma Krisdayanti, trus ad temen cowokku yg jauh dr kata atletis tp dy menyenangkan. menurutku mereka smua sangat-sangat menarik bahkan lebih menarik ketimbang para putra n putri iklan yg berkilauan itu.




apakah hanya mereka yg pantas menempati ruangan ini?




The point is that, sampai kapan mencari pekerjaan hrus dgn syarat "menarik"?Sejak kapan keahlian n kepandaian seseorang ditentukan oleh penampilan fisik? Kalo terus seperti ini, kasihan bgt nasib orang yg pendek, gemuk, kulit item, rambut keriting, badan ceking, jerawatan. apalagi mreke yg punya cacat fisik seperti buta, tuli, kaki buntung, tangan cekruk, mata juling, dsb.

Ternyata dengung persamaan hak itu tdk ada yg absolute kecuali Allah SWT yg hanya membedakan makhluknya berdasarkan kadar imannya.

AYO PERANGI DISKRIMINASI TERSELUBUNG!!!